Lompat ke isi utama

POTENSI KINERJA HUMAS DI MEDIA SOSIAL PANWASLIH KOTA BANDA ACEH

Oleh : Abdullah, ST. M. Si (Koordinator Sekretariat Panwaslih Kota Banda Aceh), dipublish Juli 2020

Penggunaan Media Sosial menjadi tren bagi kaum Milenial dan Generasi Z dalam berbagi informasi, update status, melihat status teman dan lain sebagainya. Hand Phone menjadi alat yang sangat sering digunakan, sampai sampai lupa waktu bila sedang asik berinteraksi di dunia maya. Baterai dan paket internet menjadi perhatian serius dalam menjaga agar tetap exsis dalam bersosialisasi di dunia maya.

CNN Indonesia pada tahun 2017 merilis tingkat berbagai informasi di medsos tertinggi melalui facebook yaitu mencapai 44,86%, di susul via whatsapp 28,85%, melalui Line 21,58%, Twitter 11,78% dan lain-lain sebesar 13,04% dari jumlah penduduk Indonesia. 

Facebook menjadi media yang paling banyak pengguna dan menjadi salah satu media yang paling aktif digunakan oleh kaum milenial di Indonesia.

Masa pandemi ini tentunya penggunaan media sosial semakin meningkat dipengaruhi oleh penerapan physical distancing dalam rangka melaksanakan protokol kesehatan, dimana hidup bersosialisasi antar sesama menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa dihindari. Bersilaturrahim via online menjadi kebiasaan baru dalam masyarakat di era pandemi dan mungkin akan menjadi permanen untuk masa yang akan datang. 

Kondisi ini menjadi momentum yang akan merubah pola kerja di Pemerinatahan terutama dalam menyampaikan program dan kegiatan kepada jajaran dan masayarakat. Rapat dan sosialisasi yang selama ini dilaksanakan secara tatap muka dalam satu ruangan berubah menjadi secara daring dan dapat diikuti dari mana saja. Efesiensi waktu dan biaya menjadi alasan yang nyata dalam menjalankan perubahan cara kerja kedepan.

Mari kita coba analisis ringan terhadap pengguna facebook di Sekretariat panwaslih Kota Banda Aceh. !!!

Katakanlah setiap akun pribadi difacebook rata-rata berteman lebih dari 1000 akun lainnya, jika suatu konten dibagikan pada lama suatu akun, maka konten tersebut akan sampai ke 1000 akun yang menjadi temannya pada saat yang bersamaan dan jika semuanya aktif, maka konten tersebut akan dilihat oleh 1000 akun. Bila konten dibagikan pada akun grop, maka semua anggota grop akan menerima konten tersebut.  

Jika kondisi tersebut diterapkan di Sekretariat Panwaslih Kota Banda Aceh dengan jumlah pegawai saat ini 15 orang, maka ada kemungkinan 15 ribu orang akan melihat suatu konten yang dibagikan di facebook dalam waktu yang singkat. Paling tidak katakanlah hanya 10 % yang aktif atau 1500 orang yang melihat dan akan terjadi pengulangan jika konten tersebut ada yang like atau komen bahkan bila menarik akan dibagikan lagi sehingga muncul secara berulang dan viral.

Potensi ini sangat menarik untuk dijalankan dalam rangka meningkatakan kerja kehumasan dimasa pandemi dan masa akan datang dalam menyebarkan giat baik untuk kalangan internal maupun eksternal dalam rangka mengedukasi masyarakat dan peserta Pemilu Kota Banda Aceh.

Beberapa konten sudah kami jalankan dalam menerapkan strategi ini menunjukkan bahwa ada korelasi antara jumlah viewer dengan kualitas konten dan sharing dimedia sosial lainnya dapat meningkatkan jumlah viewer. Website bandaaceh.bawaslu.go.id menjadi media utama dalam penempatan konten. Link konten tersebut dibagikan ke berbagai grop dimedia sosial seperti Facebook, Whatapp, Instagram, Telegram dan Twitter.

Konten yang menarik dan inovatif menjadi tolak ukur dalam menarik minat pembaca untuk berkunjung ke laman website dan media sosial. Original dan gagasan yang inovatif menjadi perthaitian kami dalam memproduksi suatu konten namun tetap dalam koridor tugas dan fungsi Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia dan secara khusus Panitia Pengawas Kota Banda Aceh.  

Merencanakan, melaksanakan dan mengevasluasi suatu kegiatan menjadi hal yang harus diperhatikan dalam meningkatkan kinerja. Pada 09 Juli 2020 kami mereview website dan media sosial bersama staf dan komisioner dengan hasil bahwa perlu dilakukan peningkatan jumlah content dan sharing ke berbagai grop media sosial dengan harapan terjadi peningkatan jumlah viewer.

Menyikapi hal tersbut, kami akan memproduksi konten secara berkala baik berupa berita, esai atau konten lainnya baik untuk mengisi website atau media sosial lainnya. Setiap personil diminta untuk membagikan link konten pada masing-masing grop media sosial lingkungan Bawaslu/Panwaslih baik tingkat kab/kota atau bahkan grop nasional.

Kualitas dan kuantitas konten akan menjadi target kinerja kami bidang kehumasan dalam rangka melaksanakan motto humas Bawaslu yaitu “bekerja dan keliatan bekerja”.  

 

Banda Aceh,      JuLi 2020

Penulis: Abdullah, ST. M.Si

Koordinator Sekretariat Panwaslih Kota Banda Aceh