Lompat ke isi utama

Berita

HMI Cabang Banda Aceh Lakukan Audiensi ke Bawaslu Kota Banda Aceh

Audiesi HMI Cabang Banda Aceh

Audiensi HMI Cabang Banda Aceh dengan Bawaslu Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Pada Selasa, 21 Januari 2024, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banda Aceh melakukan audiensi dengan Bawaslu Kota Banda Aceh. Audiensi ini disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Banda Aceh, Ely Safrida, beserta anggota Bawaslu, Ambia Dianda, dan Koordinator Sekretariat, Abdullah. Pertemuan ini menjadi wadah bagi HMI untuk berdiskusi mengenai keterlibatan mahasiswa, khususnya pemilih pemula, dalam pemilu yang akan datang, serta pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Audiensi ini diadakan sehubungan dengan kegiatan Training Raya yang akan dilaksanakan oleh HMI Cabang Banda Aceh untuk periode 2024-2025, yang mencakup berbagai program pelatihan, seperti Intermediate Training Latihan Kader II, Latihan Khusus KOHATI, dan Senior Course. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali anggota HMI dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih mendalam mengenai peran mereka dalam kehidupan politik dan sosial, termasuk keterlibatan dalam pemilu.

Ketua Bawaslu Banda Aceh, Ely Safrida, menyambut baik inisiatif HMI dalam mengadakan audiensi ini. Dalam sambutannya, Ely menyampaikan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam memastikan kualitas demokrasi, terutama dalam pengawasan pemilu. "Kami sangat mengapresiasi perhatian HMI terhadap pengawasan pemilu dan partisipasi mahasiswa dalam proses demokrasi. Pemilih pemula memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan arah masa depan bangsa, dan pengawasan yang melibatkan mahasiswa bisa memperkuat kualitas pemilu," ungkap Ely.

Lebih lanjut, Ely menjelaskan bahwa Bawaslu sangat mendukung partisipasi aktif mahasiswa dalam proses pengawasan, baik sebagai pemilih yang cerdas maupun sebagai pengawas di lapangan. "Kami berharap mahasiswa tidak hanya terlibat sebagai pemilih, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pengawasan yang dapat mencegah terjadinya praktik kecurangan dalam pemilu," tambah Ely.

Anggota Bawaslu, Ambia Dianda, dalam kesempatan yang sama juga menekankan pentingnya pendidikan politik bagi pemilih pemula. Ia menjelaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan pada hari pemungutan suara, tetapi juga selama seluruh tahapan pemilu, termasuk kampanye dan distribusi logistik. "Keterlibatan mahasiswa sebagai agen perubahan sangat penting dalam mendidik masyarakat agar dapat berpartisipasi aktif dan memantau jalannya pemilu dengan jujur dan transparan," jelas Ambia.

Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Banda Aceh, Abdullah, juga memberikan penjelasan mengenai berbagai mekanisme pengawasan yang telah dan akan dilakukan oleh Bawaslu. "Kami telah mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan pemilu berjalan dengan transparansi dan integritas. Salah satunya adalah melibatkan masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam pengawasan di lapangan dan melalui pemantauan berbasis teknologi," terang Abdullah.

Dalam audiensi ini, HMI Cabang Banda Aceh juga mengajukan beberapa pertanyaan terkait mekanisme pengawasan dan bagaimana mahasiswa bisa lebih terlibat dalam proses tersebut. Mereka berharap dapat menjadi bagian dari sistem pengawasan yang lebih besar untuk memastikan bahwa setiap tahapan pemilu berjalan dengan baik dan tidak ada pelanggaran yang terjadi.

Sebagai penutupan, Ely Safrida mengajak HMI dan seluruh elemen masyarakat untuk berkomitmen bersama menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan yang independen dan transparan. "Mari kita jaga dan tingkatkan kualitas pengawasan pemilu. Kami berharap, dengan kerjasama yang solid antara Bawaslu, mahasiswa, dan masyarakat, pemilu mendatang akan berjalan dengan lebih baik dan berkualitas," tutup Ely.

Audiensi ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan kesepakatan untuk menjalin kerjasama yang lebih erat antara Bawaslu Kota Banda Aceh dan HMI Cabang Banda Aceh, serta membuka peluang bagi mahasiswa untuk lebih terlibat dalam pengawasan pemilu di masa depan.