Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Banda Aceh Gelar Kegiatan Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan: Luncurkan Buku “Pengawasan Smart Koetaradja” Sebagai Refleksi Kinerja Pengawasan Pemilu 2024

Bawaslu Kota Banda Aceh Gelar Kegiatan Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan: Luncurkan Buku “Pengawasan Smart Koetaradja” Sebagai Refleksi Kinerja Pengawasan Pemilu 2024

Banda Aceh, 2025 — Dalam upaya memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus merefleksikan capaian serta tantangan selama proses pengawasan Pemilu 2024, Bawaslu Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan, yang diikuti oleh seluruh jajaran staf dan sekretariat, Jumat, 18 April 2025.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum konsolidasi internal, tetapi juga ruang reflektif untuk mengevaluasi peran dan kontribusi seluruh unsur kelembagaan Bawaslu dalam memastikan jalannya pemilu yang demokratis, transparan, dan berintegritas. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat, menandai komitmen bersama untuk terus membangun kelembagaan yang adaptif dan kolaboratif.

Hadir sebagai tamu kehormatan, Bapak Nyak Arief Fadhillah Syah, anggota Panwaslih Provinsi Aceh periode 2018–2023, yang turut memberikan pandangan dan motivasi terkait pentingnya membangun sistem pengawasan pemilu yang kuat berbasis kolaborasi, inovasi, dan dokumentasi yang baik.

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penyerahan simbolis buku berjudul “Pengawasan Smart Koetaradja”, sebuah karya kolaboratif dari Bawaslu Kota Banda Aceh yang merangkum proses panjang pengawasan tahapan Pemilu 2024 di wilayah Kota Banda Aceh. Buku ini tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga menjadi cermin strategi, inovasi, serta semangat kolektif dari seluruh unsur Bawaslu Kota Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Banda Aceh, Ibu Ely Safrida, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh staf dan tim penyusun yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam merancang, menyusun, dan menyempurnakan buku tersebut.

“Buku ini adalah wujud nyata dari kerja kolektif seluruh unsur kelembagaan. Ini bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang proses, semangat, dan komitmen bersama dalam menjaga marwah pengawasan pemilu. Terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi, baik dalam bentuk pemikiran, dokumentasi, hingga penyusunan akhir,” ujar Ely Safrida.

Senada dengan itu, para anggota Bawaslu Kota Banda Aceh lainnya — Bapak Ambia Dianda, Zahrul Fadhi, dan Koordinator Sekretariat Abdullah — juga menyampaikan rasa bangga terhadap kekompakan tim yang selama ini menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas-tugas pengawasan secara maksimal.

Sementara itu, dalam arahannya, Bapak Nyak Arief Fadhillah Syah menegaskan pentingnya membangun kultur dokumentasi yang kuat dalam pengawasan pemilu. Menurutnya, pengalaman dan strategi yang tertuang dalam buku “Pengawasan Smart Koetaradja” menjadi modal penting untuk perbaikan ke depan, tidak hanya di tingkat Kota Banda Aceh, tetapi juga dapat dijadikan referensi nasional.

“Bawaslu Kota Banda Aceh telah membuktikan bahwa strategi kolaboratif dan berbasis data adalah kekuatan utama dalam menciptakan pengawasan yang efektif. Semoga buku ini menjadi inspirasi dan rujukan bagi pengawas pemilu di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberhasilan pengawasan tidak semata-mata bergantung pada struktur formal, tetapi juga pada semangat kolektif, saling dukung, serta keberanian untuk berinovasi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi internal dan evaluasi kelembagaan, di mana seluruh peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan masukan, kritik membangun, serta ide-ide pengembangan ke depan. Diskusi ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa proses pembinaan tidak hanya berhenti pada tataran seremonial, melainkan menjadi bagian dari transformasi kelembagaan yang berkelanjutan.

Dengan digelarnya kegiatan ini, Bawaslu Kota Banda Aceh kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pengawasan pemilu yang cerdas, partisipatif, dan berorientasi pada penguatan demokrasi. Peluncuran buku “Pengawasan Smart Koetaradja” menjadi tonggak penting dalam sejarah pengawasan pemilu lokal, yang diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi daerah lain dalam mengelola pengawasan yang profesional dan berdampak.