Bawaslu Kota Banda Aceh Gelar Evaluasi Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024 Bersama Pemuda Kreatif
|
Banda Aceh, Senin 28 April 2024 – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Pengawasan Partisipatif pada Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024, bertempat di Sekretariat Bawaslu Kota Banda Aceh. Kegiatan ini menghadirkan Pemuda Kreatif Kota Banda Aceh sebagai peserta aktif dalam diskusi dan evaluasi yang bertujuan untuk memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan pemilu yang jujur dan adil.
Kegiatan yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh semangat ini mengangkat tema besar mengenai "Bahaya Money Politik dan Pentingnya Kesadaran Pemilih", sebagai bagian dari refleksi atas proses Pemilu 2024 yang baru saja usai.
Ketua Bawaslu Kota Banda Aceh, Ely Safida, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran aktif masyarakat, terutama generasi muda, menjadi elemen kunci dalam menciptakan pemilu yang bersih dan berintegritas.
“Pemilu bukan hanya milik penyelenggara, tapi juga milik seluruh rakyat. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga proses demokrasi dari praktik-praktik yang mencederai keadilan, seperti politik uang. Suara kita sangat berharga dan tidak seharusnya diperjualbelikan,” tegas Ely Safida.
Kegiatan ini juga menghadirkan dua anggota Bawaslu Kota Banda Aceh lainnya sebagai pemantik diskusi. Ambia Dianda, dalam pemaparannya, menyoroti bagaimana praktik politik uang kerap menjadi alat untuk membungkam rasionalitas pemilih.
“Kita harus mampu membangun kesadaran kolektif bahwa menerima uang dalam konteks pemilu sama saja dengan menggadaikan masa depan daerah. Pengawasan partisipatif dari masyarakat sangat diperlukan agar pelanggaran seperti ini bisa dicegah sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Zahrul Fadhi, anggota lainnya, mendorong agar pemuda tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek aktif dalam proses demokrasi. Ia menegaskan pentingnya literasi politik di kalangan anak muda sebagai benteng dari manipulasi politik praktis.
“Anak muda Banda Aceh harus jadi motor perubahan. Kita ingin pemilu mendatang tidak hanya partisipatif dari sisi jumlah pemilih, tetapi juga dari sisi kualitas pilihan dan keterlibatan dalam pengawasan,” jelas Zahrul.
Diskusi berlangsung sangat interaktif, dengan banyak peserta menyampaikan pendapat, kritik, dan saran terhadap pelaksanaan Pemilu 2024. Peserta dari Pemuda Kreatif Kota Banda Aceh menunjukkan antusiasme tinggi, bahkan mengusulkan beberapa inisiatif seperti pembentukan komunitas pemantau pemilu independen dan pelatihan literasi politik untuk siswa dan mahasiswa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam membangun budaya pengawasan yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan di kalangan masyarakat, terutama generasi muda sebagai garda terdepan demokrasi.