Lompat ke isi utama

Berita

Panwaslih Ingatkan Peran Penting Perempuan Dalam Pengawasan Partisipatif

Panwaslih Kota Banda Aceh mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam pemilu dan pilkada mendatang, yang suaranya serta partisipatifnya turut menentukan ruang demokrasi bagi perempuan. “Bagi saya perempuan juga memiliki peran penting bagi keberlangsungan demokrasi, perempuan juga akan menentukan arah kebijakan politik,” kata Afrida, Ketua Panwaslih Kota Banda Aceh saat memberikan kata sambutan di acara Rapat Dalam Kantor (RDK), Kamis, (19/11/2020). Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Perempuan dalam Pengawasan Pemilu” dihadiri oleh beberapa perwakilan organisasi perempuan yaitu Koalisi Perempuan Indonesia, Balai Syura Inong Aceh, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Banda Aceh, Kohati Banda Aceh, Naisyatul Aisyiyah Aceh, dan Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati Banda Aceh. Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan antar Lembaga Panwaslih Kota Banda Aceh, Ely Safrida, serta Rizkika Lhena Darwin, akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, menjadi pembicara inti dalam kegiatan tersebut. Ely Safrida mengatakan, perempuan menjadi corong pengawasan partisipatif guna mengawal hak pilih. Peran perempuan sangat penting agar tidak terjadi praktik-praktik penyimpangan pemilu secara terbuka. “Keterlibatan perempuan dalam pengawasan pemilu merupakan bagian integral dari pendidikan politik dan secara evolutif dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik,” ujar Ely Safrida. Dirinya juga mengakui hasil penelitiannya tentang Kandidat Perempuan dan Politisasi Indentitas dalam Pilkada Tahun 2017 telah menjadi sebuah pembelajaran penting bahwa fenomena politisasi identitas perempuan sebagai tantangan perempuan untuk secara bersama bergerak dalam melakukan pengawasan partisipatif. Laporan: Jufrizal
Tag
Berita
Foto