Lompat ke isi utama

Berita

Delapan Tahun Mengawal Demokrasi, Bawaslu Kota Banda Aceh Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Delapan Tahun Mengawal Demokrasi, Bawaslu Kota Banda Aceh Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

BANDA ACEH — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bawaslu Kabupaten/Kota ke-8, Bawaslu Kota Banda Aceh menggelar doa bersama dan santunan anak yatim sebagai wujud rasa syukur sekaligus momentum untuk memohon keberkahan dalam menjalankan tugas dan pengabdian mengawal demokrasi. Senin, (17/08/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Bawaslu Kota Banda Aceh, mulai dari Ketua Bawaslu Kota Banda Aceh Ely Safrida, Anggota Bawaslu Kota Banda Aceh Ambia Dianda dan Zahrul Fadhi, jajaran sekretariat, serta turut dihadiri Yusriadi, Anggota Panwaslih Provinsi Aceh.

Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-8 Bawaslu Kabupaten/Kota. Kehadiran anak-anak yatim menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut, sekaligus menjadi wujud kepedulian sosial jajaran Bawaslu Kota Banda Aceh.

jknkjnknj

Selain doa bersama, kegiatan juga dirangkai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan delapan tahun Bawaslu Kabupaten/Kota. Pemotongan tumpeng menjadi ungkapan harapan agar Bawaslu senantiasa diberikan keberkahan, kekuatan, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalankan amanah pengawasan demokrasi.

Ketua Bawaslu Kota Banda Aceh, Ely Safrida, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-8 merupakan momentum untuk mensyukuri perjalanan kelembagaan sekaligus memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat.

“Di usia yang ke-8 ini, kami berharap Bawaslu Kabupaten/Kota semakin kuat, semakin dipercaya masyarakat, dan senantiasa diberikan kekuatan serta keikhlasan dalam menjalankan amanah. Doa bersama dan berbagi dengan anak yatim menjadi ikhtiar kami untuk memohon keberkahan dalam setiap langkah pengabdian,” ujar Ely.

Menurutnya, kebersamaan seluruh jajaran menjadi kekuatan penting dalam menjalankan tugas kelembagaan. Karena itu, momentum HUT ke-8 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan semangat pengabdian.